Catch Me
CATCH ME
(Dok. Pribadi)
"Pantaskah aku mendapatkannya?"
Aku manusia.
Mereka manusia.
Aku benci mereka.
Mereka mungkin benci aku.
Kita sama.
Padahal kita sama. Namun, mengapa kita saling membenci?
Intuisi. Ya. Intuisi.
Kita diciptakan memiliki intuisi. Namun, apakah masing-masing menyadarinya?
Perlahan untuk memahami esensi dari intuisi.
Semua percuma ketika ego menguasai.
Intuisi melemah.
Kemudian menghilang.
Ti mencoba memahami esensi dari intuisi. Semakin lama ia memahami, semakin lama ia ingin menghindar. Merasa percuma karena memahami intuisi. Objek yang dijadikan percobaan Ti mengenai pemahaman intuisi, semakin lama semakin tidak menampakkan timbal baliknya. Ti merasa lelah. Ti merasa tak sanggup. Bukankah itu semua tanpa pamrih? Iya betul. Pernahkah sekali saja ia ingin diperlakukan oleh intuisi dari yang lain? Tidak. Bahkan sama sekali.
Lelah.
Katanya sesuatu yang dilakukan dengan tindakan tanpa pamrih, hati tulus akan menelurkan hal yang serupa. Apakah iya? Iya, namun hasil penetasan itu mungkin akan diberikan kepada orang lain atau disimpan sebagai balasan kelak. Mungkin bukan untuk sekarang, tapi nanti.
Kamu hanya belum menemukannya.
Bersabarlah Ti...
(05/11/18)







Tidak ada komentar: