KRITIK JURNAL "HISTORIOGRAFI PEMBEBASAN": SUATU ALTERNATIF
KRITIK JURNAL "HISTORIOGRAFI PEMBEBASAN": SUATU ALTERNATIF
Oleh:
Intan Widiani
13030117140014
Kelas C
Departemen Ilmu Sejarah
Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Diponegoro
Tahun 2017
Kritik Jurnal Tugas untuk Pengantar Ilmu Sejarah
Jurnal yang dikritisi:
"Historiografi Pembebasan": Suatu Alternatif
Identitas Jurnal
Nama Penulis: Singgih Tri Sulistiyono
Judul Jurnal: "Historiografi Pembebasan": Suatu Alternatif
Nama Jurnal: Agastya
Nomor Volume: Jilid 6 Nomor 1
Tahun: 2016
Jumlah Halaman: 16
Ringkasan Artikel
Historiografi Pembebasan, dimana historiografi merupakan tahapan terakhir dalam metode penelitian sejarah setelah memperoleh sumber kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Adapun pembebasan merupakan tindakan untuk melepaskan diri dari keterikatan yang bersifat memaksa. Sejak keruntuhan era orde baru, para sejarawan sudah tidak lagi menggunakan sejarah nasional. Karena sejarah nasional digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan oleh penguasa. Sejarah nasional sangat penting dalam membangun persatuan bangsa Indonesia. Keterbelengguan ini menjadikan sejarawan kurang dalam mengambil tindakan di kehidupan realita. Dengan adanya Historiografi Pembebasan, digunakan untuk menyelesaikan persoalan belenggu mitos kelampauan sehingga memiliki kesadaran serta mendekonstruksinya sehingga dapat menyelesaikan persoalan seperti kemiskinan, ketergantungan, ketidakadilan, penindasan dan lain-lain.
Kelebihan Artikel
- Artikel Historiografi Pembebasan ini selain memaparkan teori juga disajikan peristiwa konkrit ketika masa lampau yang mendukung. Sehingga pembaca dapat merefleksikan diri dari peristiwa tersebut.
- Dalam pemaparan teori, penulis juga menggunakan berbagai sumber data sehingga jelas.
Kelemahan Artikel
Terlalu banyak pengulangan kata. Seperti kata "setidak-tidaknya" pada halaman 9. Menjadikan kalimat tersebut tidak efektif.
Tambahan
Secara keseluruhan artikel tersebut sangat bagus dan lengkap. Akan lebih baik lagi jika diberikan langkah-langkah dalam membangun memotivasi akan kesadaran itu sendiri. Karena tau saja tidak cukup untuk dapat menerapkannya langsung dalam kehidupan ini.
Historiografi Pembebasan, dimana historiografi merupakan tahapan terakhir dalam metode penelitian sejarah setelah memperoleh sumber kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Adapun pembebasan merupakan tindakan untuk melepaskan diri dari keterikatan yang bersifat memaksa. Sejak keruntuhan era orde baru, para sejarawan sudah tidak lagi menggunakan sejarah nasional. Karena sejarah nasional digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan oleh penguasa. Sejarah nasional sangat penting dalam membangun persatuan bangsa Indonesia. Keterbelengguan ini menjadikan sejarawan kurang dalam mengambil tindakan di kehidupan realita. Dengan adanya Historiografi Pembebasan, digunakan untuk menyelesaikan persoalan belenggu mitos kelampauan sehingga memiliki kesadaran serta mendekonstruksinya sehingga dapat menyelesaikan persoalan seperti kemiskinan, ketergantungan, ketidakadilan, penindasan dan lain-lain.
Kelebihan Artikel
- Artikel Historiografi Pembebasan ini selain memaparkan teori juga disajikan peristiwa konkrit ketika masa lampau yang mendukung. Sehingga pembaca dapat merefleksikan diri dari peristiwa tersebut.
- Dalam pemaparan teori, penulis juga menggunakan berbagai sumber data sehingga jelas.
Kelemahan Artikel
Terlalu banyak pengulangan kata. Seperti kata "setidak-tidaknya" pada halaman 9. Menjadikan kalimat tersebut tidak efektif.
Tambahan
Secara keseluruhan artikel tersebut sangat bagus dan lengkap. Akan lebih baik lagi jika diberikan langkah-langkah dalam membangun memotivasi akan kesadaran itu sendiri. Karena tau saja tidak cukup untuk dapat menerapkannya langsung dalam kehidupan ini.








mantab de
BalasHapus